SATUNUSA. CO, LOTIM - Mantan Bupati Lombok Timur Ali Bin Dachlan memgaku sosok Tuan Guru Bajang (TGB) merupakan orang yang terdidik, efesien dalam berbicara dan sangat menghormati orang yang lebih tua.

Dalam bukunya Nahdlatul Wathan Bagian Potret Suku Bangsa Sasak, Ali BD menulis pengalamannya saat dirinya menjadi Bupati Lombok Timur perideo kedua dan Gubernur NTB waktu itu adalah TGB. M. Zainul Majdi.

TGB pernah mengkritiknya dengan sebutan Bupati Gaib karna jarang hadir dalam rapat rapat dan jarang muncul dalam berbagai undangan Gubernur. "Beliu pernah menyebut saya sebagai Bupati gaib yang tidak ada orang tau dimana tempatnya, "tulisnya.

" Cara beliu mengkritik seperti itu adalah cara yang paling halus dan terhormat. Dengan sikap seperti itu, saya semakin menghormatinya sebagai gubernur, "tulis Tokoh LSM ini.

Masih dalam tulisan itu, dia mengakui sering berdiskusi dengan TGB membahas berbagai masalah terutama soal kemajuan daerah termasuk soal pariwisata halal atau syariah di NTB.

Waktu itu, tulis Ali BD, banyak media di NTB yang menulis Bupati Lombok Timur menentang Wisata Syariah. Padahal bukan seperti itu. "Sebenarnya yang saya ragukan adalah konsepnya seperti apa?, " tulisnya.

Rektor Universitas Gunung Rinjani ini menceritakan pengalamannya selama puluhan tahun berlibur di Bali yang terkenal dengan beragama Hindu, tapi dirinya tidak kesulitan untuk mendapatkan makanan halal.

"Sudah menjadi hukum dagang yang umum, jika ada orang Islam, pasti ada warung islam, " tulisnya sembari menunjukkan data turis yang datang ke Indonesia dan Lombok, 65 persennya berasal dari Cina, Malaysia, Singapura, Jepang dan Taiwan. Sedangkan Mesir, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab berada diurutan kelimapuluhan.

Bagi Ali BD, jika soal turisme dikenalkan dengan wisata syariah atau wisata halal akan mengandung banyak kelemahan dan kontra produktif. Menurutnya, biarkan pariwisata berjalan dengan alamiah, tidak perlu direkayasa atau dibuat buat.

Namun merespon pandangannya itu, tulis Ali BD, lagi lagi TGB menunjukkan sikapnya yang baik. "Sebagai seorang Gubernur, Ilmuan dan agamawan, biasanya mendengar jawaban saya, beliu cukup dengan tersenyum saja, " kenangnya.

Sikapnya yang santun dan menghargai  orang yang lebih tua sebut Ali BD merupakan ciri ciri pemimpin Islam. Gaya kepemimpinannya sangat cocok untuk masyarakat NTB yang agamis.

"Tingkat kepuasan publik mencapai 72 persen bagi seorang gubernya yang tidak pernah bekerja dan tanpa pengalaman di birokrat, tentu sangat mengagumkan, " tulisnya.(ram)