SATUNUSA. CO, LOTIM - Di tengah pandemi corona, ternyata tidak menjadi kendala seseorang melakukan inovasi, malah ide kreatif itu muncul saat serangan wabah menular di berbagai belahan dunia.

Seperti inovasi yang dilakukan mahasiswa Universitas Hamzanwadi (Unham) Pancor. Mereka menciptakan sebuah aplikasi digital E- Lades aplikasi lapak desa . Aplikasi ini sudah bisa diunduh di google play store.

Kapus Karir Unham Dr. Muhamad Ali menyebut  Lades adalah platform yang dibuat pada saat masa covid 19 untuk membantu kebijakan pemerintah tentang social distancing supaya bisa berjalan efektif guna memutus mata rantai penyebaran covid 19. Kini, dengan aplikasi ini masyarakat bisa melakukan aktivitas ekonomi tanpa harus ketemu secara fisik.

Meskipun begitu, Lades tidak hanya dirancang untuk digunakan pada masa Covid-19, tapi setelah pase Covid-19 selesai Lades secara fungsional akan diperluas supaya bisa diakses oleh seluruh masyarakat baik itu pelaku usaha UMKM dalam menjual produknya juga bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya.

Covid- 19 ini, menurut Ali, akan menjadi titik balik dari perubahan sikap, perilaku dan gaya hidup masyarakat dalam menjalankan aktivitasnya mulai dari belajar, bekerja dan juga melakukan transaksi ekonomi sehingga Lades kedepan akan fokus pada upaya mendorong proses digitakisasi ekonomi masyarakat khusunya desa dengan mendorong Bumdes dan UMKM sebagai aktor utama melalui kegiatan sosialisasi, pelatihan dan pendampingan bersma Perguruan Tinggi.

"Aplikasi Lades yang mengusung jargon "jualan di lades, pasti ludes” itu, saat ini sedang kita sosialisasikan, semoga bermanfaat dan berterima disemua kalangan," harapnya.

Sememtara, Direktur Lembaga Kerjasama dan Kehumasan Universitas Hamzanwadi (Unham), Dr. Muhammad Halqi menambahkan, era digital telah merubah paraidgma masyarakat. Berbagai inovasi pun terus dilakukan untuk menunjang kebutuhan dan kemudahan di dalam kehidupan dunia nyata.

"Meski ditengah pandemi Covid-19, kreatifitas mahasiswa sebagai insan akademis tak menjadi masalah dalam melakukan inovasi. Hal ini terbukti dengan inovasi yang telah dilakukan sejumlah mahasiswa Universitas Hamzanwadi yang membuat aplikasi digital sebagai starup dalam bisnis virtual," ujar Halqi di Pancor, Sabtu (16/05).

Ide kreatif mahasiswa itu, kata Halqi, terkadang muncul ditengah kebingungan, terlebih lagi disaat pandemi Covid-19 seakan telah membawa penat dengan diam di rumah saja. Namun ternyata di era digital tak dibiarkan begitu saja oleh para inovator masa kini dan masa depan itu.

"Mahasiswa Universitas Hamzanwadi memandang era ini sebagai peluang untuk menerapkan ilmu mereka di bawah bimbingan para dosen, hingga akhirnya mereka menggebrak aplikasi lapak desa (Lades) sebagai sarana jual beli virtual yang sudah bisa didownload via google play store," ungkapnya.

Terciptanya aplikasi itu kata dia, dihajatkan untuk dapat dimanfaatkan semua kalangan guna membantu perekonomian desa, bergerak ke arah yang lebih baik.

"Aplikasi Lades merupakan ruang ekonomi berbasis desa dalam bentuk digitalisasi karya generasi lokal Sasak yang sedang mengembangkan bakat dan belajar di perguruan tinggi warisan Pahlawan Nasional Kiyai Hamzanwadi," Terang Halqi.(ram)