SATUNUSA.CO,LOTIM--Sebanyak 283 jamaah umroh asal Lombok Timur masih menanti kepastian keberangkatan, 5 diantaranya mengundurkan diri karena berbagai alasan, terutama tidak tahan menunggu karena belum adanya kepastian keberangkatan.
Ratusan jamaah ini mendaftar umrah melalui 7 agen perjalanan haji dan umrah yang beroperasi di Lombok Timur.
"Sampai saat ini belum ada informasi soal keberangkatan, saya udah tanya ke cabang tapi belum ada jawaban pasti, kapan berangkat,” ujar salah seorang jamaah umrah, Ustadz Mustofa Al Baqri, Jumat (06/11).
Sementara itu, Kepala Kementerian Agama Lombok Timur, H. Sirojudin mengungkapkan belum ada kepastian, kapan ratusan jamaah ini berangkat, yang pasti pelaksanaan umrah kali ini berbeda karena dilaksanakan di tengah pandemi corona.
Seluruh jamaah, ungkapnya harus mematuhi protokol kesehatan dan ketentuan yang berlaku selama pandemi Covid-19.
"Misalnya sebelum berangkat ke Saudi, jamaah harus menjalani isolasi 72 jam, begitu pula baliknya harus diisolasi 72 jam sebelum ke rumah rumah masing masing," jelas Kepala Kemenag yang baru menjabat 4 hari ini.
Intinya, tegas Sirojudin, seluruh protokol kesehatan dilaksanakan dengan ketat dari proses berangkat kemudiaan saat menjalankan ibadah sampai kembali lagi ke tanah air, protokol kesehatan tetap menjadi perhatian.
Selain itu, jelasnya, biaya umrah tahun ini diperkirakan akan meningkat akibat Covid- 19 karena pelaksanaannya harus mengikuti protokol kesehatan.
"Misalnya, kamar hotel yang biasa ditempati 4 atau 5 jamaah, sekarang 2 orang karena harus psycal distancing (jaga jarak-red), " imbuhnya.(ram)