Ruang Isolasi Pasien Covid -19 di RSUD R.Soejdono Selong, Sabtu (17/07)

Pasien Covid-19 di Lombok Timur Tiba- tiba Melonjak, Kenapa?

SATUNUSA. CO, LOTIM - Pasien Covid -19 di Lombok Timur dua hari terakhir melonjak. Data Satgas Penanganan Covid 19 per 14 Juli 2021, pasien Covid-19 yang dirawat di RSUD Selong dan Rumah Sakit Labuhan Haji hanya bertahan 17 kasus positif dan meningkat menjadi 31 pada 15 Juli dan    bertambah 16 Juli menjadi 41 orang. 

Lalu kenapa melonjak? Menurut Juru bicara Satgas, Budiman Satriadi peningkatan jumlah kasus baru ini karena adanya perubahan sistem pelaporan, dimana sekarang semua laboratorium pemeriksa PCR di seluruh Indonesia akan menotifikasi kasus positif sesuai KTP masing - masing. 

"Demikian juga dengan adanya beberapa warga kita yang berada di luar daerah (luar provinsi) jika memeriksa diri dan terbukti positif akan dinotifikasi kembali ke daerah asal," jelas Budiman, Sabtu (17/07). 

Seperti rilis Jumat malam, ujarnya, ada 12 kasus baru, hanya 5 yang dari RSUD R.Soedjono Selong, selebihnya berasal dari luar daerah diantaranya 1 orang di RS Ibu & Anak Mataram, 1 orang dari RSUD Sultan Imanudin Kalimantan Tengah, 2 orang di Poliklinik Juanda Surabaya, 1 orang dari klinik Paramita Ragunan, 1 orang di RSUD dr. Soetarto DIY dan 1 orang lagi dari Bangkalan. 

Namun demkian, lanjut Kabid P2PL Dinas Kesehatan Lombok Timur ini, Pemda tetap melakukan langkah antisipasi lonjakan kasus seperti yang terjadi di sejumlah daerah saat ini. Salah satunya dengan menyiapkan tempat perawatan selain RSUD Selong dan Labuhan Haji. 

"Pemda menyiapkan Rusunawa sebagai tempat rumah sakit darurat jika terjadi lonjakan kasus yang sekiranya tidak tertampung di RSUD R.Soedjono ataupun RSLT, "  tambahnya.

Sementara itu, di RSUD Dr.Raden Soejdono Selong, petugas mulai menyiapkan dua tenda darurat di halaman rumah sakit untuk antisipasi terjadinya lonjakan pasien yang dirawat di Rumah Sakit. (ram) 

Facebook Google Twitter