Tiga orang pelajar MAN IC yang berhasil temukan pengawet tomat

Siswi MAN IC Temukan Bahan Pengawet Alami Tomat

SATUNUSA.CO, LOTIM - Pelajar di Lombok Timur menemukan bahan pengawet alami tomat.Temuan ini disebut Edible Coating atau pelapis buah yang bisa langsung dikonsumsi.

Penemunya 3 orang yaitu adalah Adinda Emilia Sajida, Fierda Azizu Santoso dan Baiq Nurul Amalia Ramdhani. Mereka adalah pelajar Kelas XI MAN Insan Cendikia Lombok Timur.

Penemuan ini awalnya dari keprihatinan mereka terhadap petani tomat yang sering merugi, harganya anjlok. Diantaranya, karena tanaman horti ini tidak tahan lama, cepat membusuk sehingga menurunkan nilai ekonominya. Apalagi mau dipasarkan ke luar daerah. Padahal Tomat di NTB sangat potensial.

" Kami cari di berbagai jurnal penelitian, bagaimana supaya tomat ini bisa awet. Akhirnya kami temukan bahannya," ungkap Fierda, Jumat (29/11/2019).

Edible Coating ini, Kata Fierda bahannya murah dan mudah. Pertama, kulit ubi jalar ungu. Irisan kulit ubi yang biasa dibuang bisa dimanfaatkan. Ubi jenis ini, mengandung antosianin, manfaatnya sebagai anti oksidan atau menangkal radikal bebas.

"Di sejumlah penelitian yang kami baca, antosianinnya paling banyak dikulit dibanding di umbinya," tambah Adinda Emilia Sajida, yang terlibat dalam penelitian ini.

Bahan kedua lanjutnya adalah rumput laut. Ini bisa diperoleh dengan mudah di sepanjang pantai. Kenapa rumput laut, sahut Nurul, karena memgandung karagenan atau ger, kalau dimasak seperti jel yang fungsinya, menahan oksigen dan karbondioksida, menghambat proses respirasi atau pematangan alami sehingga tomat tidak cepat busuk.

Prosesnya tidak sulit, rumput laut dan kulit ubi dikeringkan terlebih dahulu. Rumput laut kata Fierda dari proses penelitian ini dikeringkan sampai 2 hari. Kemudian dipotong kecil kecil, selanjutnya dimasak sampai airnya mendidih. Kemudian dihaluskan hingga zat antosianinya di kulit ubi jalar keluar.

"Kemudian bahan yang sudah dihaluskan dipermentasi, dicampur, takarannya masing masing 100 mm, " tutur Dinda, sambil mengaduk cairan yang sudah menjadi cairan pengawet alami, Edible Coating.

Lalu, tomat dicelupkan atau ditaburi bila dalam jumlah banyak dan menjadi lebih awet, tidak mudah membusuk.

"Kalau biasa usianya hanya 7 hari, dengan pengawet alami yang kami temukan ini bisa sampai 14 hari," Imbuhnya.

Temuan Siswa MAN IC ini masuk sebagai finalis dalam kompetisi National Inovation Scientic Award 2019 di Bandung, beberapa waktu lalu.

"Kita berharap hasil dari anak anak kami ini, kedepan bisa bermanfaat untuk masyarakat banyak," harap Wakil Kepala Sekolah MAN IC, Drs. Usup, MA.

Sekolah, ungkapnya, berkomitmen mendukung setiap kreatifitas siswa seperti yang dilakukan 3 siswanya. Awalnya, mereka mengajukan proposal ke sekolah, kemudian disetujui dan sekolah membantu biaya eksprimen hingga ikut lomba ke tingkat nasional.(Rm.SN)

Whatsapp