JUMPA PERS : Saat jumpa Pers via video conference. (17/04)

Satu Lagi Bayi Berusia 41 Hari di Lombok Timur Masuk PDP

SATUNUSA.CO, LOTIM - Satu lagi, bayi berusia 41 hari asal kecamatan Selong masuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Ini menambah jumlah bayi atau balita yang masuk PDP menjadi 3 orang. Sebelumnya Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Lombok Timur merilis ada 2 balita berusia 3 dan 6 bulan berstatus PDP.

"Kemarin (red ; Kamis) ada bayi perempuan berusia 41 hari asal kecamatan Selong mengalami pheunomia berat sehingga dimasukkan dalam PDP," jelas Jubir Gugus Tugas Penanganan Covid 19 Lombok Timur, Dr. Fathurrahman, Jumat, (17/04).

Ketiga bayi tersebut saat ini dirawat intensif di ruang isolasi RSUD dr. Raden Soedjono Selong.

"Ini memang kita memberikan perhatian ekstra karena dalam kondisi sesak. Diberikan oksigen, pasiennya dipuasakan karena demikian protap penanganan pasien pheunomia berat. Dan nutrisi dari parentral atau infus," ujar Direktur RSUD dr Raden Soedjono Selong, dr. M.Tantowi Jauhari, Sp.B, saat jumpa pers dengan awak media via video conference, Jumat pagi.

Untuk lokal transmisi seperti sekarang, jelasnya phneumonia berat sangat wajar masuk PDP. Ini juga sesuai dengan kesepakatan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI)

"Dan perlu diingat, bayi dan anak sulit digali riwayatnya," tandasnya.

Terlebih dengan kluster Gowa di NTB yang begitu luas sebarannya sehingga tidak ada yang menjamin bayi bayi tersebut tak pernah kontak dan terpapar. Sama dengan PDP lainnya, untuk memastikan positif harus melalui Swab.

"Selanjutnya dilakukan Swab untuk menegakkan diagnosa pasti Covid 19," terangnya.

Secara keseluruhan, jumlah PDP di Lombok Timur sampai tanggal 17 April 2020 sebanyak 47 orang. 12 diantaranya selesai dalam pengawasan, dan 35 orang masih dalam pengawasan. Sedangkan, pasien positif tetap berjumlah 6 orang, dan 4 diantaranya sudah dinyatakan sembuh.(ram) 

Facebook Google Twitter