Andra Ashadi Biro Humas TBUPP Lotim

Bantuan Dampak Corona, TBUPP Tegaskan Pemdes Wajib Tempel Data Penerima Manfaat

SATUNUSA.CO, LOTIM - Terkait kisruh data yang banyak diperbincangkan masyarakat menjadi perhatian serius Tim Bupati Untuk Percepatan Pembangunan (TBUPP) Lombok Timur, dalam rapat yang digelar, Jumat (15/05) di ruang rapat Bappeda Lotim. 

Dalam realase elektronik Humas TBUPP dijelaskan, adapun jenis program pemerintah yang  terkait penanggulangan dampak  Covid-19 ini antara lain; PKH, BPNT, BST, JPS Gemilang, JPS Lotim dan  BLT.

Adapun PKH adalah Program Keluarga Harapan yang bentuknya berupa uang tunai dimana langsung masuk ke rekening masing-masing keluarga penerima manfaat.

Sedangkan BPNT, Bantuan Pangan Non Tunai yang bentuknya berupa bahan makanan yang disalurkan melalui E-warong (kios) yang ditentukan oleh  bank pelaksana kerjasama TKSK kecamatan.

Sementara itu Bantuan Sosial Tunai (BST) adalah bantuan dari Kementerian Sosial dalam bentuk uang tunai, diperuntukkan bagi masyarakat miskin  perkotaan maupun masyarakat miskin di pedesaan.

Ada lagi Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang sumber anggaranya dari Dana Desa (DD) masing-masing  600 ribu rupiah per bulan direncanakan selama 3 bulan.

" Untuk BLT dari, Dana Desa  ini ada tiga kategori. Pertama, bagi desa yg belum cair dana desa Tahap I, maka diprioritaskan untuk BLT Covid- 19. Kedua bagi desa yg telah cair Dana Desa Tahap I, namun belum habis dibelanjakan, maka diprioritaskan untuk BLT Covid-19, sedangkan yang ketiga bagi desa yang telah cair Dana Desa Tahap I dan telah habis dibelanjakan, maka segera bermohon Tahap II diprioritaskan untuk BLT Covid- 19," jelas Andra Ashadi Biro Humas TBUPP Lombok Timur.

Disampaikan, adapun warga yang berhak menerima BLT adalah warga desa yang penghasilannya terdampak Covid-19 dan menjadi sekala prioritas adalah  warga lanjut usia (lansia), warga desa rentan sakit dan atau warga desa yang sakit menahun.

Disisi lain, ada juga Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang, bantuan dalam bentuk Sembako yang sumber anggarannya dari APBD Provinsi.

Pemerintah daerah Lombok Timur Sendiri, menyadari bahwa dampak Covid-19 ini berpengaruh besar terhadap sektor ekonomi masyarakat. Jaring Pengaman Sosial (JPS) Lotim adalah bantuan dalam bentuk Sembako yang sumber anggaranya dari APBD kabupaten Lombok Timur pun disalurakan.

" Bupati Lombok Timur Bapak Sukiman Azmi yang juga sebagai Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 terus berikhtiar untuk mengurangi dampak ekonomi ini, dan memastikan tidak ada warga Lombok Timur yang kelaparan sehingga Jaring Pengaman Sosial (JPS) Lotim di peruntuk-kan bagi semua masyrakat Lombok Timur (kecuali PNS, Anggota TNI-Polri dan Anggota Dewan) dalam makna JPS Lotim di peruntukkan bagi masyarakat yang  tidak terkcover dari semua jenis  program pemerintah yang lainya," ungkapnya.

Untuk memastikan manfaat ini tepat sasaran dan menciptakan rasa keadilan di tengah masyarakat, TBUPP meminta untuk semua Pemerintah Desa wajib menempel data keluarga penerima manfaat dari semua program pemerintah baik berupa program PKH, BPNT, BST, JPS Gemilang, JPS Lotim maupun BLT di   tempat-tempat yang di anggap strategis di masing masing dusun.

"Akan lebih bagus jika di back up untuk di umumkan dalam bentuk PDF melalui media sosial (Akun facbook desa, maupun WhatApps Group masyarakat) dan di lembaran pengumuman data ini agar mencantumkan nomor konta posko pengaduan dampak covid-19 kabupaten Lombok Timur," tegasnya.

Ditambahkan, adapun temuan kekurangan pada tahap I (pertama) Pemdes bersama Dinas terkait hendaknya melakukan perbaikan, terutama perbaikan data dari hasil partisipasi publik sehingga diharapkan pada tahap II (kedua) diharapkan lebih baik dan lebih akurat.

" Dengan demikian diharapkan masyarakat kembali tenang, dan mengikuti anjuran pemerintah untuk tidak beraktivitas di luar rumah jika tidak ada keperluan yang mendesak, sehingga penyebaran mata rantai Covid-19 ini bisa kita putus dan  kehidupan sosial kembali di nyatakan aman oleh pemerintah," tambah Andra.(ram) 

Facebook Google Twitter