Maajid Agung Al-Mujahidin Selong. Foto :Qoobah

Waduhh, Shalat Ied di Masjid Terancam Batal

SATUNUSA.CO, LOTIM - Peluang Ummat Islam di Lombok Timur melaksanakan shalat hari raya di masjid maupun di lapangan terbuka, terancam batal. Hal ini setelah ada penambahan dua kasus pasien terkonfirmasi positif sehingga menjadi 4 orang dari total 41 pasien positif 19 di Lombok Timur.

"Satu dari Rumbuk Siren, yang bersangkutan Nakes (Tenaga Kesehatan) tapi sering ngontrol kehamilan di Risa Mataram. Satunya lagi di batu Belek, Salon Ayiss tapi sudah lama ditutup Petugas, InsyaAllah kontak erat keduanya sudah diintervensi petugas kita," jelas Sekda Lombok Timur, H.M.Juani Taofik selaku sekretaris Gugus Tugas, Selasa (19/05).

Dengan adanya penambahan kasus ini, pelaksanaan rencana pembukaan 276 masjid untuk melaksanakan shalat jumat maupun hari raya terancam tidak bisa dilaksanakan.

"Covid 19 (red ; Penyebaran) ini sangat cepat sehingga proses kajiannya pun menyesuaikan, kita tunggu," terangnya.

Sebelumnya, Bupati Lombok Timur, H.M.Sukiman Azmy menunda menandatangani maklumat yang diajukan MUI Lombok Timur yang membolehkan warga untuk melaksanakan hari raya di masjid maupun di lapangan terbuka dengan menyesuaikan protokol kesehatan Covid- 19.

Warga baru bisa melaksanakan hari raya di masjid maupun lapangan terbuka, lanjutnya setelah melalui beberapa persyaratan yaitu 2 orang positif yang masih dirawat saat ini sudah sembuh, kemudian melihat hasil operasi perbatasan. Lalu, melihat perkembangan hasil rapid test berbasis masjid dan pasar.

"Harus ada analisis ilmiah, baru saya akan saya tandatangani. Ini demi untuk kemaslahan warga," tegas mantan Dandim 1615 Lombok Timur ini saat rakor bersama Forkompimda, Pimpinan OPD dan MUI, Senin (18/05).

Sementara itu Gubernur NTB mencabut Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang diperbolehkannya shalat Idul Fitri di daerah-daerah yang dinyatakan bebas Corona dan Gubernur menyerukan shalat hari raya Idul Fitri di rumah dan mall ditutup. (ram)

Facebook Google Twitter