Dandim 1615 Letkol.Inf. Agus Prihanto Donny. Foto: ds

Dandim 1615 Tetap Imbau Shalat Idul Fitri di Rumah

SATUNUSA. CO, LOTIM - Meski jumlah kasus positif covid 19 di Lombok Timur mulai menurun, Dandim 1615 Lombok Timur, Letkol Inf. Agus Prihanto Donny tetap menghimbau agar warga untuk sementara tetap melaksanakan shalat di rumah, baik shalat Jumat, shalat Idul Fitri maupun takbiran dengan harapan tidak ada lagi penyebaran dan penularan Covid-19.

Hal itu disampaikan Dandim saat bersilaturrahmi dengan pendiri dan pimpinam Pondok Pesantren Daruussalam Al qubro (Yadaro) di Dusun Karang Baru, desa Moyot, kecamatan Sakra, Selasa (19/05).

"Jadi mohon bersabar dulu, kita tunggu waktu yang tepat untuk Kembali shalat berjamaah di Masjid, kami juga rindu berada di tengah-tengah Masjid untuk shalat berjamaah,” uar Wakil Ketua I Gugus tugas ini.

Dia memberikan apresiasi kepada semua pihak yang berperan aktif dalam percepatan penanganan penularan Covid-19 khususnya di wilayah kabupaten Lombok Timur. Jumlah kasus positif mulai menurun signifikan, jauh lebih banyah sembuh dibanding yang masih positif

Keberhasilan ini menurutnya, merupakan keberhasilan yang luar biasa dalam penanganan Covid-19 dengan melibatkan semua pihak termasuk didalamnya kesadaran masyarakat yang melaksanakan imbauan dan kebijakan pemerintah.

“Alhamdulillah, kita sudah hampir dua bulan berjuang bersama-sama untuk melawan virus corona dan hasilnya di kabupaten Lombok Timur sudah beransur-ansur membaik, jangan sampai timbul lagi permasalah baru atau kluster baru, jadi sia-sia usaha kita bersama ini,” ungkap Dandim.

Dijelaskannya, Bupati Lotim bersama Forkopimda memang rencananya akan  membuka masjid untuk melaksanakan shalat Jumat dan shalat Idul Fitri dengan tahapan rapid test berbasis pasar dan rapid test berbasis Masjid di masing-masing desa 1 Masjid, masing-masing kecamatan 1 Masjid dan Masjid Agung untuk Kabupaten dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan.

“Hasil rapid tes ini nantinya akan menjadi dasar untuk menentukan apakah Masjid bisa dibuka lagi atau tidak. Jika hasil rapid tesnya ditemukan 10 sampai 20 orang reaktif maka tidak bisa kita Jumatan dan menggelat Shalat Ied,” terang Agus Donny. 
 
Agus Donny juga berharap agar para tokoh agama dan tokoh masyarakat dan seluruh komponen masyarakat memahami kondisi saat ini dengan saling mengingatkan satu dengan yang lainnya dan tetap berdoa agar wabah Covid-19 segera hilang dan semua bisa kembali beraktivitas seperti biasa.

Pimpinan Yayasan Ponpes Darussalam Al-Qubro menyambut baik ajakan dan imbauan pemerintah untuk menjaga physical distancing dan social distancing, manggunakan masker maupun menyediakan tempat cuci tangan jika masjid akan dibuka untuk sholat Jumat ataupun shalat Idul Fitri. Namun jika pemerintah belum membolehkan untuk shalat berjamaah di Masjid, maka pihak Ponpes akan tetap ikut imbauan pemerintah.

Sedangkan, data terbaru yang dirilis  Gugus Tugas NTB, per 19 Mei 2020, ada 2 penambaham pasien terkonfirmasi positif di Lombok Timur sehingga menjadi 4 orang yang masih dirawat saat ini dari total 41 kasus positif. (ram)

Facebook Google Twitter