Sekda Lombok Timur H. M. Juaini Taofik

Iedul Adha di Tengah Pandemi, Ini Imbauan Pemkab Lotim

SATUNUSA. CO, LOTIM - Perayaan Iedul Adha 1441 H yang dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur mengeluarkan  imbauan agar dalam pelaksanaan hari raya Iedul Adha dan kegiatan pemotongan hewan kurban tetap mengikuti protokol kesehatan. 

Berikut Isi surat imbauan   Pemerintah Kabupaten Lombok Timur yang ditandatangani Sekretaris Daerah, H. M. Juani Taofik. 

Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha dan kegiatan pemotongan hewan qurban di kabupaten Lombok Timur (1441 H) yang sesuai dengan Adaptasi Kebiasaan Baru (new normal) bahwa dalam pelaksanaan ibadah dimaksud diimbau kepada
seluruh komponen pemerintah dan masyarakat, agar memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

1. Menaati Protokol Kesehatan dalam pelaksanaan shalat Idul Adha sebagai berikut;

a. Setiap panitia pelaksana shalat Idul Adha di wilayah kecamatan, kelurahan/ desa hendaknya melibatkan unsur tiga pilar negara (Camat/Lurah/Kades, TNI dan POLRI) dalam pengawasan pelaksanaannya.

b. Panitia harus menyediakan fasilitas tempat cuci tangan, masker dan thermo gun untuk mengecek suhu;
c. Sebelum pelaksanan shalat idul adha harus dilakukan cek suhu tubuh, dan menggunakan masker dan menjaga jarak minimal I meter,
d. Panitia pelaksana shalat Idul Adha bertanggung jawab terhadap kelancaran pelaksanaan shalat Idul Adha sesuai standar protokol COVID-19;
e. Melaporkan hasil cek suhu ke Dinas Kesehatan atau petugas kesehatan yang bertugas.

2. Menaati Protokol Kesehatan saat Pemotongan Hewan Kurban sebagai berikut:

a. Penyediaan sarana cuci tangan pakai sabun dan air mengalir di tempat pemotongan
hewan (TPH);
b. Petugas pemotong hewan dalam kondisi sehat,
c. Jumlah petugas pemotong hewan qurban dibatasi dan menghindari kontak fisik;
d. Petugas menggunakan baju lengan panjang dan alat pelindung diri, minimal masker, goggle glass, sarung tangan.
e. Mencuci tangan pakai sabun sebelum dan setelah pelaksanaan pemotongan hewan;
f. Petugas/panitia hewan qurban bertanggung jawab terhadap kelancaran kegiatan pemotongan hewan qurban dan memberikan pemahaman kepada masyarakat
tentang COVID-19;
g. Dalam kegiatan pemotongan hewan qurban harus jaga jarak minimal 1 (satu) meter dan menghindari kerumunan lebih dari 5 orang;
h. Selesai pemotongan hewan kurban agar segera mandi dan ganti baju,
i. Prosesi pemotongan hewan kurban hanya dihadiri oleh panitia pemotongan hewan;
j. Selain panitia pemotongan hewan kurban dan pemilik hewan kurban, masyarakat
lainnya tidak diperbolehkan ikut menyaksikan,
k. Daging kurban diantar ke rumah-rumah warga untuk menghindari penumpukan
warga
I. Pengawasan oleh aparat keamanan setempat. (ram) 

Facebook Google Twitter