Kadis Kesehatan Lombok Timur dr. H. M. Hasbi Santoso sedang memantau kesiapan SDN 1 Sembalia untuk kegiatan belajar tatap muka, Kamis(12/11).

Jelang Sekolah Tatap Muka, Ini yang Dilakukan Dikes Lotim

SATUNUSA. CO, LOTIM- Sesuai surat edaran Bupati Lombok Timur, simulasi pembelajaran tatap muka mulai dilaksanakan pada 16 November 2020. Untuk menindaklanjuti kebijakan ini, Dinas Kesehatan melakukan beberapa langkah sehingga sekolah tetap aman dari penularan Covid-19.

Pertama, semua sekolah di Lombok Timur disemprotkan cairan disinfektan. Ada 1.220 Sekolah Dasar (SD) dan SMP dengan 6.900 ruang kelas yang disemprot disinfektan.

"Kita akan melakukan simulasi selama dua minggu dan terus kita evaluasi sebagai bahan penyempurnaan, " ungkap Kepala Dinas Kesehatan Lombok Timur, H.M. Hasbi Santoso saat meninjau persiapan pembelajaran tatap muka di SDN 1 Sambelia, Kamis (12/11) sore.

Meski masih ada beberapa kendala ditemukan lapangan, sebut Hasbi seperti face shild guru yang belum tersedia, fasilitas cuci tangan belum sepenuhnya didistribusikan di tiap kelas dan petugas di lapangan masih gagap melakukan proses penyemprotan, tapi ia memastikan dua tiga hari ini bisa dilengkapi.

Berikutnya, setelah penyemprotan disinfektan, petugas akan melakukan screening dari 10 persen dari jumlah siswa yaitu 165 ribu.

"Kita akan rapid test mereka, jumlahnya sekitar 16.500 siswa, " jelasnya.

Ketiga, pihaknya akan menggelar Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) yang dilaksanakan selama bulan November dan Desember, khusus untuk kelas 1 dan 5 SD, SMP yang menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten. Jumlah siswa yang akan diimunisasi yaitu 78.400 siswa.

Ia menegaskan, protokol kesehatan dalam pelaksanaan simulasi belajar tatap muka ini harus dilaksanakan dengan ketat dan tegas.

"Kami di Dinas Kesehatan punya prinsip, berharap yang terbaik, bersiap yang terburuk, " tutupnya.(ram) 

Facebook Google Twitter