Petugas kesehatan tengah melakukan imunisasi kepada siswa Sekolah Dasar dan SMP.

Imunisasi Anak Sekolah di Tengah Pandemi

SATUNUSA. CO, LOTIM- Sehari setelah dimulai belajar tatap muka di sekolah, siswa di Lombok Timur diimunisasi. Seperti yang dilaksanakan di SDN 2 Sandubaya Kecamatan Selong, Selasa pagi (17/11).

Di sekolah ini siswa,  ada 155 siswa kelas 1, kelas 2 dan 5 mengikuti Bulan Imunisasi Sekolah (BIAS).

"Siswa kelas 5 itu, jumlahnya 53, kelas 52 dan kelas 1 itu sekitar 50 orang, " terang Kepala SDN 02 Sandubaya, Hj. Sumiarni.

Mereka mendapat munisasi DT (diphteria tetanus) dan TD (tetanus diphteria).

" Untuk kelas 1 diimunisasi DT, kelas 2 dan 5 diberikan imunisasi TD, " terang petugas Kesehatan dari Puskesmas Selong, H. Mansyur  bersama dua rekannya ditugaskan melayani siswa di SDN 2 Sandubaya.

Meski rutin dilaksanakan setiap tahun, imunisasi kali ini, kata Mansyur, sangat penting bagi siswa untuk meningkatkan kekebalan atau imunitas tubuh mereka di tengah pandemi corona.

" Ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan imun mereka, " ujarnya.

Dijelaskan, misalnya imunisasi DT, diberikan untuk mencegah beberapa penyakit infeksi seperti difteri, tetanus, dan batuk (pertusis). Sedangkan imunisasi TD (tetanus diphteria) merupakan imunisasi lanjutan dari imunisasi DT agar anak semakin kebal dengan beberapa penyakit infeksi itu.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Lombok Timur, dr. H.M. Hasbi Santoso menegaskan imunisasi anak sekolah  yang dilaksanakan selama November dan Desember, khusus untuk kelas 1 kelas 2 dan 5 SD, SMP yang menjadi kewenangan pemerintah kabupaten.

"Jumlah siswa yang diimunisasi yaitu 78.400 siswa, " ungkapnya saat memantau proses penyemprotan disinfektan di SDN 1 Sambelia beberapa waktu lalu.

Selain itu, dijelaskan, protokol kesehatan hendaknya terus diterapkan dengan taat menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun di air mengalir dan selalu menjaga jarak. (ram)

Facebook Google Twitter