SATUNUSA.CO, LOTIM- Yayasan Swadaya Membangun (YSM) menggelar Ngaji Budaya di Suryawangi, Kecamatan Labuhan Haji Kabupaten Lombok Timur, Rabu (11/3). Membahas kemandirian ummat Islam dan fenomena dunia, acara itu dihadiri para tuan guru, akademisi, pers, dan tokoh pemuda.

Pemaparan disampaikan mantan Bupati Lombok Timur, Ali BD dan Ketua PD Muhammadiyah Lombok Timur, ustazd Roma Hidayat disertai penyajian puisi Riyanto Rabbah.

Kemandirian ummat Islam menjadi salah satu topik diskusi  mengingat ditengah konflik Israel Amerika dengan Iran, seakan terhampar sebuah keadaan ummat Islam yang tidak bersatu memerangi kezaliman yang dilakukan sebuah negara dengan wilayah yang kecil.

Ali BD yang pernah bertandang ke Israel menuturkan negara bernama Israel itu merupakan inisiasi  Amerika dan Inggris. Belakangan, ketika terjadi konflik, negara kecil ini dibela dua negara besar tersebut. Bangsa Arab di Timur Tengah pun cuma diam dan tidak berdaya menghadapi  berbagai bentuk penindasan yang dialami ummat Islam di Palestina.

“Mengapa kita begitu lemah? Karena kita berpecah belah, ” ujar Ali BD.

Ia mengatakan Ummat Islam sedang mengalami kemunduran terbukti dari situasi yang bisa dipecah belah pihak lain. Bahkan intervensi itu sampai pada hadirnya pangkalan militer di sejumlah negara Arab.

“Kalau sudah tidak bisa dipecah belah baru bisa disebut maju. Al Quran jelas menyebutkan bahwa ummat Islam bersaudara, ” cetusnya.

Ali pun mengungkapkan hingga saat ini, ditengah gencarnya bombardir rudal yang beterbangan di langit, Masjidil Aqsha masih dikuasai Israel sehingga ummat Islam melakukan ibadah shalat di luar masjid.

“Namun kita tidak boleh menyalahkan yang menguasai, kita menyalahkan kenapa kita bodoh, ” ujarnya.

Terkait situasi ummat Islam di Palestina dan kecenderungan diamnya bangsa Arab yang mayoritas beragama Islam, TGH Abdul Latif dalam kesempatan itu memaparkan bahwa Rasulullah SAW pernah memohon tiga hal kepada Allah SWT akan tetapi hanya dua yang dikabulkan.

Permohonan yang dikabulkan, kata dia, agar umat Islam tidak dibinasakan dengan kelaparan (kemiskinan) menyeluruh serta agar umat Islam tidak ditenggelamkan seperti kaum Nabi Nuh.

Sedangkan satu permohonan ditolak.yakni agar umat Islam bersatu atau tidak saling bermusuhan. Hal ini nampak dari terpecahnya ummat Islam ke dalam 73 golongan.

“Ini adalah  ketentuan mutlak, ” kata TGH Abdul Latif.

Kendati demikian, sebagai ummat Islam tidak bisa tinggal diam menyaksikan apa yang dialami ummat Islam yang lain. Menurut TGH Abdul Latif, salah satu yang bisa dilakukan agar berkontribusi nyata bagi ummat Islam di Palestina adalah membangun keberpihakan dengan tidak membeli produk Amerika dan Israel.

“Ini yang bisa kita lakukan jika ingin berkontribusi nyata, ” tegasnya. (ra)