SATUNUSA.CO,LOTIM - Wakil Bupati Lombok Timur H. Moh. Edwin Hadiwijaya menghadiri Acara doa bersama akhir tahun dan awal tahun pada Senin (15/6) di Masjid Agung Al-Mujahidin Selong. Kegiatan yang menandai pergantian tahun Hijriah ini merupakan rangkaian acara Festival 1 Muharram 1448 Hijriah, dan merupakan peringatan tahun kedua dalam Pemerintahan Bupati Haerul Warisin & Wakil Bupati H. Moh. Edwin Hadiwijaya.

Usai pembacaan doa akhir, Wakil Bupati Lombok Timur dalam sambutannya menyampaikan keberhasilan kafilah Lombok Timur pada MTQ XXXI tingkat Provinsi NTB dengan masuk final di 21 mata lomba dan berada di urutan kedua setelah tuan rumah dengan 31 mata lomba. Hal ini disebutnya sebagai peningkatan dibanding MTQ XXX lalu. 

“Kita patut bersyukur. Artinya peningkatan ini cukup besar ini merupakan bagian dari apa yang kita peringati malam ini. Kita berhijrah lebih baik lagi dari tahun sebelumya. Dengan pola pembinaan yang sedikit diubah, serta keseriusan dari LPTQ yang semakin meningkat, semoga membawa kabar baik dari Penutupan MTQ XXXI malam ini,” ungkapnya.

Dijelaskannya bahwa pembacaan doa akhir dan awal tahun sebagai pertanda berhijrah. Harapannya agar ke depan, kepemimpinannya bersama Bupati Haerul Warisin dapat membawa lebih banyak kemajuan, meski dalam beberapa sisi banyak juga kekurangan dan keterbatasan. Wabup berjanji didukung segenap OPD akan berusaha keras untuk memenuhi visi misi Sejahtera, Maju, Adil, Religius dan Transparan (SMART). 

Ditambahkannya pula bahwa kegiatan-kegiatan hari besar keagamaan yang selalu diperingati merupakan bagian dari visi Religius. Demikian juga dengan penguatan LPTQ serta lomba-lomba dan pendekatan ke pondok-pondok pesantren yang telah dilakukan.

Upaya tersebut senada dengan pertumbuhan ekonomi, pembangunan infrastruktur, pendidikan dan program-program priorities lainnya. Wabup mengakui masih banyak yang harus dilakukan.

“Tentu masih banyak kekurangan, dan itu lah yang sedang kami coba upayakan bersama Kepala-kepala OPD, menata lebih baik lagi dan mengalokasikan belanja dengan lebih efisien dan efektif lagi, sehingga visi misi kita bersama dapat tercapai,” jelasnya. 

Wabup juga berharap Festival Muharram ke depan akan dapat terus disempurnakan, termasuk keterlibatan masyarakat dalam parade dulang, “Desa-desa yang lain kami harapkan dapat mewakili juga. Untuk menambah keragaman kita bersama. Sehingga kegiatan peringatan hari besar agama yang bernilai religius bisa akita angkat,” harapnya.

Parade dulang, ungkap Wabup, menunjukkan kebersamaan dan kekompakan Masyarakat Lombok Timur. Kekompakan, rasa kepedulian, kebersamaan dan semangat gotong royong tersebut menjadi modal dalam mengatasi tantangan pembangunan ke depan. “Kita berharap semangat kebersamaan, rasa sosial yang tinggi bisa tetap kita pupuk. Karena itulah modal kita, sehingga Lombok Timur tetap bisa tumbuh dan berkembang,” ungkapnya.

Di penghujung sambutannya Wabup mengajak seluruh masyarakat Lombok Timur menyongsong tahun baru dan meningkatkan kebersamaan dan persatuan, menjaga keamanan untuk lancarnya pembangunan di Kabupaten Lombok Timur. 

Acara dilanjutkan dengan pengajian uraian hikmah perayaan 1 Muharram oleh TGH. Muzayyin Shobri. Kegiatan ditutup dengan menyantap bersama hidangan 1.448 dulang yang disediakan masyarakat Desa Pengadangan. (*)