SATUNUSA.CO, LOTIM -  Madu adalah cairan alamiah yang banyak mengandung zat gula yang dihasilkan oleh lebah (genus Apis) dari nektar bunga dan rasanya manis.

Jika lebah madu sudah berada dalam sarang nektar dikeluarkan dari kantung madu yang terdapat pada abdomen dan dikunyah dikerjakan bersama lebah lain, jika nektar sudah halus ditempatkan pada sel, jika sel sudah penuh akan ditutup dan terjadi fermentasi, dikutip wikipedia.

Menyadari, manfaat madu yang begitu besar terutama untuk kesehatan, pemuda Lunggu desa Pesanggarahan, kecamatan Montong Gading, melirik potensi madu hutan untuk dikembangkan, yang dikenal dengan madu Gunung Lunggu.

Posisi hutan masih di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani, cukup jauh dari Objek wisata Otak Kokok Joben ke arah Utara.

Fauzi atau Gede Lunggu, salah seorang pemuda setempat  yang mulai berpikir akan hal itu. Ia menuturkan,  mengetahui madu awalnya karena sering bersama pemuda lainnya ke hutan dan melihat banyaknya sarang lebah yang ada.

Dijelaskan, dirinya hampir tiap hati ke hutan dan sarang lebah semakin banyak ditemukan. Ide awalnya  madu yang didapatkan untuk kebutuhan sehari-hari

" Melihat ada potensi madu di hutan dengan banyaknya sarang lebah, maka kita mulai berpikir untuk memanfatakan minimal untuk kebutuhan keluarga," ungkap Fauzi Jum at, (15/11/2019

Diakui, madu yang dihasilkan bukankah madu budidaya, akan tetapi madu hutan  yang ada di sekitar hutan dan gunung yang diambil dengan cara tradisional tidak merusak sarangnya. Satu sarang saja papar Gede Lunggu bisa menghasilkan 4 botol madu murni.

Begitu banyak sarang lebah namun karena keterbatasan alat dan  pemburu yang dimiliki, hanya mampu menghasilkan beberapa botol madu.

Madu hutan Lunggu menurut Fauzi, bisa mengahasilkan ragam jenis madu yakni madu hitam dan madu biasa.

Saat ini, keberadaan madu hutan Lunggu, mulai diperkenalkan. Awalnya sebatas memperkenalkan potensi yang dimiliki, akan tetapi berbagai kalangan mulai memesan baik untuk madu hitam dan jenis biasa.

" Ternyata madu hutan Lunggu diminati, dari sana kita berpikir untuk mengembangkan ke arah lebih produktif yang nanti ditangani pengembangannya oleh pemuda," harap Gede lunggu. (Rm/SN)