SATUNUSA. CO, LOTIM - Selama 2 pekan pelaksanaan operasi Jaran Gatarin 2020, Tim Satreskrim Polres Lombok Timur berhasil mengungkap 49 kasus dengan 75 tersangka.
"Alhamdulillah dalam operasi Jaran Gatarin 2020 yang dilaksanakan sejak 10 sampai 23 Februari, kita berhasil mengungkap 49 kasus kejahatan dengan para tersangka ini", ungkap Kapolres Lombok Timur, AKBP Tunggul Sinatrio, S.IK, M.H, saat merilis hasil Operasi Jaran Gatarin 2020 di Mapolres Lombok Timur, Selasa (25/02).
Dijelaskan beberapa pelaku diantaranya, adalah residivis dan menjadi target operasi aparat kepolisian. Ironisnya puluhan pelaku ini, 15 diantaranya adalah anak-anak yang masih dibawah umur.
Polisi terpaksa menghadiahi timah panas terhadap sejumlah pelaku karena berusaha kabur dan melawan saat dilakukan penangkapan. Saat ini 60 pelaku meringkuk di tahanan Mapolres Lombok Timur guna penegakan hukum lebih lanjut dan 15 lainnya wajib lapor.
Dari pengungkapan 49 kasus ini, lanjut Kapolres, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa 35 motor, 4 mobil, 8 unit mesin kapal, 4 komputer, 4 laptop15 hp, 2 monitor komputer, 2 UPS, pisau, parang dan kunci T yang digunakan pelaku untuk melancarkan aksinya.
Dia menegaskan, operasi akan terus dilakukan untuk menekan angka kejahatan, disamping upaya preventif berupa himbauan melalui program subuh dan magrib keliling yang saat ini digalakkan.
" Kami InsyAllah bersyi'ar dengan program pertama yaitu Subuh dan Magrib keliling di seluruh wilayah Polsek dan Babinkamtibmas untuk mengingatkan masyatakat terkait keamanan," tegas mantan Kapolres Sumbawa ini.
Dengan demikan, dia berharap masyarakat secara luas bisa berpartisipasi menjaga keamanan dan membantu aparat kepolisian mengungkap kasus kejahatan di wilayah Lombok Timur.
Kapolres Lombok Timur menyerahkan secara simbolis motor korban yang berhasil diungkap ke pemiliknya.
"Kami dari masyarakat, terimakasih kepada Polres Lombok Timur, akhirnya motor kami bisa ditemukan," ujar Hartawan salah satu korban. (Rm. SN)