SATUNUSA.CO,LOTIM - Perlahan tapi pasti, berbagai upaya yang dilakukan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 di Lombok Timur mulai menunjukkan hasil positif. Penyebaran Covid 19 di daerah ini semakin melambat. Pasien sembuh  lebih banyak dibanding dengan tambahan pasien baru.

Ketua Ikatan Dokter Indoensia (IDI) Lombok Timur, dr. Kurnia Akmal mengakui penyebaran Covid 19 makin melambat.

" Melambat dimana pasien baru penambahannya lambat/sedikit sedangkan angka kesembuhan tinggi," ujarnya.

Pelambatan ini, kata Akmal tidak lepas dari kerja seluruh komponen masyarakat, terutama upaya yang dilakukan oleh Pemerintah daerah melalui gugus tugas dan dibantu para relawan. Mereka melakukan berbagai upaya untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Beberapa terobosan gugus tugas yang menurutnya efektif menghadang penyebaran virus ini, misalnya dengan melakukan pemeriksaan orang yang masuk ke wilayah Lombok Timur. Lalu, melakukan contact tracing (pelacakan kontak) pada orang yang berpotensi tertular dari kasus positif Covid-19.

"Karantina bagi PDP, dan pelayanan maksimal di RS bagi orang yang terkonfirmasi positif Covid-19," tambahnya.

Dia memperkirakan, bila kondisi seperti ini terus berlangsung, tidak ada penambahan kasus, maka penyebaran virus ini mulai terkendali dan secara perlahan akan berhenti dalam waktu yang tidak terlalu lama.

"Insya Allah sekitar Minggu III atau ke IV bulan mei ini dan bila tidak ada kasus baru sampai akhir Juni bisa kita bilang pandemi Covid-19 di Lotim bisa berakhir (tereliminasi)," tandas Aktivis kemanusiaan Kampung Bahagia ini.

Namun demikian, lanjutnya, ancaman pandemi Covid-19 tidak bisa berakhir selama kasus di seluruh dunia masih ada.

"Jadi akan berakhir total tanpa ancaman bila kasus Covid-19 di dunia habis (eradikasi) atau tidak terjadi wabah walaupun kasus masih ada bila sudah ada vaksin dan terbangun kekebalan kelompok (herd immunity)," jelasnya.(ram)