Rektor IAIH NW Lombok Timur, RTGBKH. Muhammad Zainuddin Atsani, saat memisuda Sarjana di wisuda ke 23, Sabtu (28/11).

Wisuda IAIH NW Lotim, Rektor: Tetap Pegang Prinsip Yakin Ikhlas dan Istiqomah

SATUNUSA. CO, LOTIM - Institut Agama Islam Hamzanwadi (IAIH) NW Lotim, menggelar Rapat Senat Terbuka dalam rangka Wisuda ke 23 di halaman Masjid Mahad Darul Quran wal Hadits NW Anjani, Sabtu (28/11). Sebanyak 359 wisudan  dari tiga fakultas yakni Fakultas Tarbiyah, Dakwah dan Fakultas Syariah diwisuda dan tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

Rektor IAIH NW Lotim, Tuan Guru Bajang KH. Muhammad Zainuddin Atsani, mengaku berbahagia atas terlaksananya wisuda ke 23 ini. Para mahasiswa dalam menempuh kuliah ada yang berhasil dengan predikat istimewa, ada yang lulus dengan baik dan ada juga lulus yang biasa-biasa. Tergantung dari mahasiswa itu sendiri dalam menempuh pendidikan.

“Tapi sesungguhnya, ilmu kita akan terlihat kalau anak-anakku berada di tengah masyarakat. Yang paling penting adalah menjaga akhlak dan marwah pendiri IAIH NW yaitu Pahlawan Nasional Maulanassyaikh,” tegasnya.

Dikatakan, kembali ke masyarakat adalah kehidupan yang hakiki dan itulah sekolah yang sebenarnya. Oleh sebab itu,  harus mampu  beradaptasi dengan lingkungan masing-masing. Berjuang dengan ikhlas dan tetap berpegang pada prinsip perjuangan yang telah digariskan pendiri NW yaitu yakin, ikhlas dan istiqomah.

” Saya perpesan kepada anak- anakku, jagalah almamatermu dan tetap setia kepada perjuangan NW Islam Ahlussunah wal jamaah, " jelasnya.

Kopertais Wilayah 14 UIN Mataram, yang diwakili Prof. Dr. Fakhrurrazi, MA, dalam orasi ilmiahnya, “SARJANA: Antara Gelar Muflihin dan Syarrun Jana dalam Perspektif Maulanassyaikh TGKH.M. Zainuddin Abdul Madjid al-Anfanany, al-Mashur"

Ia mengawali orasinya dengan mengutip beberapa bait Wasiat Renungan Massa yang berkaitan dengan ilmu dan gelar. Salah satunya,

“Jaga baiklah gelar ananda, Agar ananda jangan ternoda, Pergunakan teguh selama-lamanya, Untuk agama untuk negara (WRM. No. 187). Tuntutlah Ilmu sebanyak mungkin, Sampai mendapat gelar muflihin, Gelar dunia perlu dijalin, Dengan ajaran Rabbul alamin ( WRM. No. 185)"

Menurutnya, dalam bait-bait wasiat di atas, terlihat begitu agungnya pemikiran Maulanasyaikh TGKH.M.Zainuddin Abdul Madjid dalam merespon zaman, di mana beliau menekankan untuk terus meningkatkan kualitas keilmuan, kapasitas keilmuan dan integritas keilmuan.

Ia menjelaskan, pemikiran konstruktif Maulanassyaikh terlihat pada diksi kalimat yang digunakan, Gelar Muflihin, sebuah gelar yang sangat konstruktif yang mengandung makna gelar dunia dan akhirat.

“Gelar kesarjanaan yang harus dimiliki oleh semua kita, gelar keberuntungan dan gelar yang menghadirkan kebaikan dan peradaban untuk semua orang,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Prof Ojik, panggilan akrabnya, sebagai perwakilan Kopertais 14 UIN Mataram memberikan apresiasi atas terlaksanakanya Wisuda Ke 23 IAIH NW Lotim. Ia mengaku bahwa IAIH NW Lotim perguruan tinggi yang taat adminstrasi dan kelembagaan. Pihak Kopertais katanya, akan terus melakukan koordinasi baik administrasi maupun kelembagaan kepada perguruan tinggi swasta di wilayah Bali-Nusra.

“Kami berharap IAIH NW Lotim kedepan beralih status menjadi universitas. Kebetulan kopertaisnya dekat, jadi, tidak ada yang sulit selama kita kerja keras, ikhlas, dan tuntas,” katanya.

Pada wisuda tersebut dihadiri Ketua Yayasan Pontren Syaikh Zainuddin NW Anjani Ummna Hj St Raihanun Zainuddin Abdul Madjid yang dalam kesempatan tersebut berkenan mewisuda  wisudawan terbaik. (ram)

Facebook Google Twitter