SATUNUSA.CO, LOTIM- Rumput laut merupakan salah satu komoditas penting di masa mendatang, seiring pemanfaatannya diberbagai bidang.
Karena itu pemerintah bertujuan menjadikan Indonesia sebagai pusat rumput laut dunia yang dapat mendorong peningkatan ekonomi, utamanya masyarakat pesisir. Langkah tersebut diantaranya dimulai di Lombok Timur.
Diinisiasi sejak Mei 2025, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur bekerja sama dengan Universitas Mataram (Unram) dan dukungan penuh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) membangun pusat riset rumput laut tropis internasional (International tropical seaweed research center/ITSRC) dan Laboratorium spesialis kedokteran kepulauan.Desa Ekas dipilih menjadi lokasi pembangunan.
Wakil Menteri Diktisaintek Stella Christie melakukan peletakan batu pertama pembangunannya pada Kamis malam (12/02).
Pemerintah melalui Kemendiksaintek telah menggandeng dua institusi penelitian dunia yaitu Universitas Calofornia, Berkeley dan Beijing Genomic Institute. Keduanya merupakan yang terdepan dalam riset, khusunya rumput laut dan pengembangannya.
" Peletakan batu pertama ini bukan seremonial. Kami sudah menggandeng industri nasional, agar bisa membentuk ekosistem rumput laut. Kami juga sudah merangkul dua kekuatan besar sains dunia di Amerika dan Cina. Ingat, tujuan riset untuk meningkatkan pengetahuan agar meningkatkan pendapatan dan perekonomian kita," ungkapnya.
Keberadaan ITRSC dan kehadirian peneliti diharapkan Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin menghasilkan bibit rumput laut yang lebih unggul, yang tentunya akan membawa dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar khususnya, dan Lombok Timur secara umum.
" Lombok Timur memiliki potensi besar dan kualitas rumput laut yang belum dikembangkan secara optimal," jelasnya.
Pada kesempatan tersebut Bupati Lombok Timur juga melakukan penandatanganan kerja sama dengan enam Rektor Perguruan Tinggi se-Lombok Timur, yaitu ITSKES Muhamadiyah, Universitas Hamzanwadi, IAIH Pancor, UGR, STIT Palapa, dan Elkatari.(ram)

