SATUNUSA.CO, LOTIM - Anda ingin menghapus tato yang sudah bertahun tahun melekat di tubuh? Anda punya kesempatan selama 2 hari yaitu dari tanggal 5 Oktober di RSUD dokter Raden Soedjono Selong. Ada layanan hapus tato gratis dari Lembaga Kemanusiaan Islamic Medical Service (IMS) bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur yang ditinjau langsung Bupati  H.M.Sukiman Azmy.

Awalnya dilaksanakan di Ballroom Kantor Bupati Lombok Timur, tapi dipindah di RSUD karena alasan lokasi kelayakan pelayanan medis.

"Kita back up pelayanannya yang lebih layak, standar di Rumah sakit," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Lombok Timur, H. Hasbi Santoso.

Kedepan, kegiatan serupa akan terus dilalukan bekerjasama dengan IMS. Menurutnya menghapus tato itu tidak cukup sekali, tapi bisa berkali kali apalagi kualitas tintanya dari luar negeri.

Sekitar dua ribu orang di NTB mendaftar untuk ikut layanan hapus tato gratis ini. 265 diantaranya berasal dari Lombok Timur.

" Sampai saat ini pendaftaran secara online sudah lebih 2 ribu orang dari kabupaten/ kota di NTB, ada dari sumbawa, bahkan Malang berkesempatan kesini," ujar Fahrurrozi, Koordinator Sahabat Hijrah yang terlibat dalam kegiatan sosial ini.

Sedangkan Direktur IMS Imron Faizin  menyebut, lembaganya sudah 2 tahun ini melakukan kegiatan sosial hapus tato. Sebanyak 4350 orang di Indoensia sudah dilayani, menghapus tato dengan metode lasser. Mereka yang ikut hapus tato hanya membayar pendaftaran sebanyak 350 ribu tapi karena dibantu Pemda, mereka hanya membanyar 250 ribu rupiah.

Baca juga : 40 Miliar Disiapkan untuk RSUD Labuhan Haji

Menghapus tato sendiri bukan perkara mudah, butuh waktu dan biayanya terbilang mahal. Salah seorang pemilik tato yang ikut program hapus tato gratis ini, Ziyad menyebut pernah mencoba menghapus tato secara mandiri. Dia harus mengeluarkan biaya 3 sampai 5 juta dalam sekali pelayanan, dan minimal harus dilalukan 3 sampai 5 kali hingga tato bisa hilang, itu belum ditambah biaya obat.

Ada beragam alasan, ratusan orang bertato ini ingin menghapus tato yang sudah melekat bertahun tahun di tubuhnya. Diantarannya, karena ingin bertobat dan berhijrah ke hal yang lebih baik. Awalnya mereka merajah kulitnya dengan tato hanya untuk gaya maupun ajakan teman.

"Insyallah sih ingin hijrah, ingin mensucikan diri. Niat sudah lama, pas hapus tato gratis ini saya liat di pulau jawa'" tutur, salah seorang remaja pemilik tato, Santi.

Pun, dengan Irwan Puadi, remaja asal Rumbuk Kecamatan Sakra ini mengaku sudah 5 tahun tato menempel di kulitnya. Dulu dia hanya ikut ikutan temannya yang merajah kulitnya dengan tato permanen.

"Saya ingin bertobat. Ini datang dari saya sendiri, " ujarnya.

Sebelum tato dihapus dengan teknologi lasser, para pemilik tato ini terlebih dahulu mengikuti sejumlah tahapan yaitu mulai cek kesehatan hingga pengambilan sampel darah dari tim dokter yang sudah disiapkan.

Kegiatan serupa akan kembali dilaksanakan di kabupaten Lombok Utara untuk melayani mereka yang tidak bisa datang ke Lombok Timur selama dua hari ini. (sn/rm)