Ilustrasi lilin. Dy. SN

Apa Daya, Daya Tak Nyapai

SATUNUSA.CO - Ngomongin listrik, menjadi menarik, betapa tidak saat fungsi listrik tidak seperti yang diharapkan, muncul suasana baru, macem-macem deh. Gerah, sumuk, haus, kadang lapar campur emosi. Wajar gelap soalnya, aktifitas meyenangkan jadi terganggu.

Ternyata, bukan lagi pemadaman bergilir, wara- wiri di linimasa muncul di dinding, kata nitizen nyalanya yang bergilir. Mungkin benar, karena padamnya keseringan.

PLN pihak yang dirindu, sangat dibicarkan, viral- lah, diaengenin, didiskusikan, diundang pula oleh wakil rakyat, jelasin apa penyebab pemadaman listrik, lampu pijar sering padam.

Beban puncak, daya yang tidak seimbang tidak dengan kebutuhan, kerusakan pembangkit dan lainnya, Itu lho yang membuat sering padam. Mohon maaf atas ketidaknyamanan, penutup realese PLN di pengumuman jadwal pemadaman.

Pinginnya sih tdk padam-padam, nyala terus, apa daya, daya memang tidak nyapai. Jadi, menunggu dan menyalakan lilin langkah baik pula dari pada mengutuk kegelapan.

Salah seorang warga di Selong, Lombok Timur, Jamaludin mengaku, heran juga, kok sering mati padalah dulu-dulu normal. Tapi ya sudah, mungkin gangguan berat yang dialami PLN.

" Ya, mau bilang apa, kita siapkan lilin kalau padam," keluhnya dengan sabar, saat dijumpai, siang hari. 

Kata nitizen saat padam lsitrik, nyalakan lilin apalagi saat bulan purnama bisa jadi romantis juga, jadi ingat, masa kecil sebelum ada listrik di kampung, berlari kaki telanjang mengejar pelita petromak di langgar musala. Menyenangkan. Tapi, itu dulu.

Kenangan masa lalu, tidak bertahan lama, ada hand phone yang harus menyala, laptop alat kerja  jangan lowbat. Belum lagi ibu-ibu rumah tangga, memastikan magic com tetap hidup, setrika baju pakai daya listrik, udah nggak ada pakai arang kayak dulu.

Sekarang di zaman now, daya listrik buat orang ketergantungan, kebutuhan pokok. Bayangkan malamnya padam, nyalanya saat mau tidur ya, sekitar pukul 23  wita lebih. Udah malam kan.?

Paginya kadang mati, terbayang betapa sibuk ibu-ibu mau siapin makan untk sarapan, nasi belum matnng, ada gas tapi gelap. Baju belum disetrika, kusut. Tong air kosong pakai mesin soalnya, PDAM juga lagi tidk normal. Bayangin sekali lagi, agak rempong dan ribet.

Kita doa dah, mudahan pemadaman yang tidak nyaman ini segera berakhir dan berlalu. Kalau pun harus padam, waktunya jangan mepet-mepet apalagi tiap malam, nggak asyik.

Tapi, namnya mesin barang bergerak, ya dimaklumi, moga cepat diatasi biar anak-anak sekolah bisa senyum dengan baju rapi gagah dan cantik ke Sekolah di pagi hari.(***) 

Facebook Google Twitter